Piala Dunia 2010 telah dimulai. Dan ini bukan sekedar kompetisi untuk membuktikan siapa yang paling piawai dalam mengolah bola dan menyarangkannya ke gawang lawan. Ini juga sekaligus ajang kompetisi antar 3 raksasa pemilik merk perlengkapan olahraga di dunia, yaitu Nike, Adidas dan Puma.
Selama ini, Puma yang dianggap underdog telah sukses bergerilya dalam mensponsori hampir semua tim dari Afrika, dan sekarang mereka siap memanen hasilnya dalam piala dunia pertama di benua Afrika ini. Adidas sendiri memegang tim Perancis, Spanyol, Jerman dan Argentina, sementara Nike merangkul tim Brazil, Belanda, Portugis, AS, serta Inggris (lewat Umbro).
Dari berbagai gaya dan desain kostum tim dalam Piala Dunia selama ini, kami memilih beberapa yang terbaik maupun terburuk, yang bisa Anda nilai sendiri.
BEST
Peru, 1978.
Basis putih dengan elemen garis merah tebal melintang, simpel, atraktif, dan stylish.
AFP/Getty Images
Zaire, 1974.
Kombinasi logo Leopard yang atraktif, pilihan font yang pas, serta kerah kuning kasual, walaupun sarat dengan muatan politis titipan Presiden Mobutu Sese Seko, para desainer Adidas tetap mampu menciptakan kostum yang langsung menjadi instant classic.
Bob Thomas/Getty Images
Brazil, 1970.
Tahun pertama Piala Dunia disiarkan secara berwarna merupakan awal sesuai untuk mempertontonkan pesona seragam keemasan klasik tim Brazil.
AP Photo/Staff/Strumpf
Meksiko, 1978.
Kostum lengan panjang ketat hijau berleher-V hasil desain Levi's membuktikan bahwa Quality Never Goes Out Of Style.
AP Photo
Argentina, 1986.
Kostum klasik Argentina, biru langit dengan kerah V berwarna putih. Seragam Argentina ini menjadi legendari ketika Diego Maradona mengalahkan Inggris dengan "tangan Tuhan".
Jerman, 2010.
Tabloid Daily Star Inggris mengecam bahwa seragam timnas Jerman kali ini terlalu sarat nuansa Hitler dan Nazi-nya.
THOMAS LOHNES/AFP/Getty Images
Spanyol, 1994.
Tak jelas apa alasannya, tahun itu Spanyol mengganti kostum merah mereka yang cukup ditakuti dengan kostum karnaval berwarna-warni.
Getty Images
Kamerun, 2002.
Tahun itu Puma berhasil membujuk tim Singa Tangguh untuk go sleeveless, dengan tujuan memamerkan bisep kekar para pemainnya. Namun 3 bulan sebelum final Piala Dunia, FIFA melarang kostum tersebut karena dianggap bukan baju, melainkan vest, sehingga Puma terpaksa menambahkan kain lengan berwarna hitam.
Ross Kinnaird/Getty Images
Perancis, 1978.
Saat bertemu Hungaria, kedua tim ternyata sama-sama membawa kostum putih. Perancis lalu setuju untuk mengenakan kostum tim lokal, Atletico Kimberley, sehingga terciptalah paduan menyolok antara baju hijau putih garis-garis, celana biru, serta kaus kaki merah.